Jakarta (Komisi Yudisial) - Komisi Yudisial (KY) mengumumkan 139 calon hakim agung dan 81 calon hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA) yang terdiri dari 20 calon hakim ad hoc Hak Asasi Manusia (HAM) dan 61 ad hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Mahkamah Agung (MA) lolos seleksi administrasi, Selasa (21/4/2026) di Auditorium KY, Jakarta. Seleksi administrasi ini diukur berdasarkan pindikator kelengkapan berkas dan kesesuaian persyaratan.
Sejak pendaftaran/penerimaan usulan calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di MA dibuka pada 26 Maret 2026 s.d. 16 April 2026, KY telah menerima 175 pendaftar calon hakim agung konfirmasi, 41 pendaftar calon hakim ad hoc HAM di MA konfirmasi, dan 119 pendaftar calon hakim ad hoc Tipikor di MA konfirmasi.
"KY telah menggelar rapat pleno pada Senin 20 April 2026 untuk menentukan para calon yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. KY menyatakan calon yang memenuhi syarat administrasi hanya 139 orang calon hakim agung, 20 orang calon hakim ad hoc HAM di MA, dan 61 calon hakim ad hoc Tipikor di MA," jelas Anggota KY selaku Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Andi Muhammad Asrun.
Dalam kesempatan sama, Anggota KY dan Juru Bicara KY Anita Kadir menjelaskan, 139 orang calon hakim agung tersebut terdiri dari 65 orang calon hakim agung di kamar Pidana, 28 orang calon hakim agung di kamar Perdata, 35 orang calon hakim agung di kamar Agama, dan 11 orang calon hakim agung Tata Usaha Negara (TUN), khusus pajak.
"Sebanyak 102 orang dari jalur hakim karier dan 37 orang dari jalur nonkarier. Para calon dari jalur nonkarier memiliki latar belakang profesi beragam, yaitu akademisi (20 orang), notaris (1 orang), pengacara (6 orang), dan profesi lainnya (10 orang)," jelas Anita Kadir.
Berdasarkan jenis kelamin, lanjut Anita, calon hakim agung terdiri atas 116 laki-laki dan 23 perempuan. Sementara berdasarkan tingkat pendidikan, ada 39 orang bergelar magister dan 100 orang bergelar doktor.
Untuk calon hakim ad hoc HAM di MA yang berjumlah 20 orang terdiri dari : 4 orang akademisi, 9 orang pengacara dan 7 orang berprofesi lainnya.
"Berdasarkan jenis kelamin, calon hakim ad hoc HAM di MA terdiri atas 16 laki-laki dan 4 perempuan. Sementara berdasarkan tingkat pendidikan, ada 1 orang bergelar sarjana, 10 orang bergelar magister, dan 9 orang bergelar doktor," jelas Anita.
Anita melanjutkan, 61 orang calon hakim ad hoc Tipikor di MA, berdasarkan latar belakang profesi, terdiri dari: 22 orang hakim, 9 orang akademisi, 9 orang jaksa, 7 orang pengacara, dan 14 orang berprofesi lainnya.
"Berdasarkan jenis kelamin, calon hakim ad hoc Tipikor di MA terdiri atas 55 laki-laki dan 6 perempuan. Sementara berdasarkan tingkat pendidikan, ada 5 orang bergelar sarjana, 31 orang bergelar magister, dan 25 orang bergelar doktor," jelas Anita.
"Para calon akan menjalani seleksi kualitas pada Selasa dan Rabu, 5 dan 6 Mei 2026 di Jakarta. Calon hakim agung yang akan mengikuti seleksi kualitas wajib menyerahkan karya profesi berupa soft copy dalam format PDF," pungkas Anita. (KY/Festy)
English
Bahasa