Jakarta (Komisi Yudisial) - Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan Entry Meeting yang menandai mulainya rangkaian pemeriksaan pengelolaan laporan keuangan KY tahun anggaran 2025, Kamis (12/02/2026) di Ruang Rapat Ketua KY, Gedung KY, Jakarta.
Ketua KY Abdul Chair Ramadhan menjelaskan, pemeriksaan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi konstitusional BPK untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara. KY berkomitmen penuh untuk mendukung proses ini secara profesional dan kooperatif.
"Kami meminta kepada Sekretaris Jenderal, Kepala Biro, Kepala Pusat, serta seluruh jajaran unit di KY untuk memberikan dukungan penuh dengan menyiapkan dokumen yang diperlukan, dan berkoordinasi harmonis dengan tim pemeriksa BPK agar kegiatan ini berjalan efektif dan tepat waktu," tegas Ketua KY.
Lebih lanjut, Abdul Chair berharap pemeriksaan ini memberikan masukan dan rekomendasi konstruktif bagi lembaga. Apalagi KY memiliki catatan gemilang dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 18 kali berturut-turut sejak tahun 2007.
"Ini adalah kebanggaan dan kehormatan institusi yang harus kita berdayagunakan dan pertahankan demi menjaga kualitas pengelolaan keuangan negara," tambahnya.
Sementara itu, Anggota I BPK Nyoman Adi Suryadnyana menyampaikan urgensi pengelolaan keuangan negara. Ia menekankan bahwa pengelolaan APBN saat ini tidak boleh hanya berhenti pada aspek uang dan sumber daya saja, tetapi harus menyadari bahwa kekuasaan manajerial dapat menghasilkan keputusan strategis yang dapat memenuhi harapan masyarakat.
Menyongsong visi Indonesia Emas 2045, Nyoman mengajak keluarga besar KY untuk mulai mengadopsi prinsip environmental, social, and government dalam pemeriksaan yang berkelanjutan.
"Saat ini sekadar patuh saja tidak cukup. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan keuangan negara yang mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan terhadap pembangunan national. Di mana manfaat itu langsung bisa dirasakan oleh masyarakat, lingkungan, tanpa mengesampingman unsur government," ujar Nyoman.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua KY Abdul Chair Ramadhan, Anggota KY Bidang Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Hakim Setyawan Hartono, jajaran Sekretariat Jenderal KY, dan Anggota I BPK RI Nyoman Adi Suryadnyana beserta Tim Pemeriksa Keuangan BPK. (KY/Irene/Festy)
English
Bahasa