Refleksi 21 Tahun KY, Penghubung KY Sulut Harap Dukungan Publik
enghubung Komisi Yudisial (KY) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 KY dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bertema "Refleksi 21 Tahun Komisi Yudisial", Senin (24/8/2026) di Kantor Penghubung KY Sulut, Manado.

Manado (Komisi Yudisial) - Penghubung Komisi Yudisial (KY) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 KY dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bertema "Refleksi 21 Tahun Komisi Yudisial", Senin (24/8/2026) di Kantor Penghubung KY Sulut, Manado. Refleksi 21 tahun KY ini penting sebagai momen diskusi untuk memperkuat peran KY di daerah, serta evaluasi capaian pengawasan hakim sekaligus tantangan ke depan di wilayah Sulut.

Kordinator Penghubung KY Sulut Mercy H. Umboh menyampaikan bahwa KY berkomitmen mewujudkan peradilan bersih di wilayah Sulut. Ia juga berharap dukungan publik dari berbagai elemen untuk bersinergi. 

"Penghubung KY Sulut terus berupaya menjangkau pengaduan masyarakat, melakukan pemantauan persidangan, dan membangun sinergitas dengan semua _civil society_. Hal itu membutuhkan dukungan semua pihak," kata Mercy.

Ia juga menjelaskan sebagai lembaga mandiri, KY merupakan lembaga negara yang bersifat mandiri dan berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung serta mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.

Diskusi dipantik Ferley Bonsius Kaparang yang mengulas capaian KY selama dua dekade, khususnya terkait fungsi pengawasan perilaku hakim di Sulut. Ia menggunakan kerangka teori sistem hukum Lawrence M. Friedman: struktur, substansi, dan budaya hukum. 

"Struktur sudah terbangun melalui kehadiran kantor penghubung di daerah. Sementara substansi berupa peraturan dan laporan hasil pengawasan juga terus berjalan. Tantangan terbesar kini ada padabudaya hukum, yaitu bagaimana masyarakat dan insan peradilan memaknai integritas dan akuntabilitas hakim," ujar Ferley.

Lebih lanjut, Ferley menyinggung kondisi anggaran KY yang menurutnya saat ini mengalami pelemahan. "Dari sisi anggaran, KY hari ini dilemahkan. Padahal tanpa dukungan anggaran yang memadai, fungsi pengawasan menjangkau ke daerah akan terbatas," tegasnya. (KY/PKY Sulut/Festy)


Berita Terkait