KY Berharap Peserta Klinik Etik dan Advokasi Menjadi Agen Muda yang Menghormati Peradilan
Sekretaris Jenderal Komisi Yudisial (KY) Arie Sudihar menutup secara resmi Jambore Klinik Etik dan Advokasi Tahun 2022, Kamis (10/11) di Sukabumi.

Sukabumi (Komisi Yudisial) – Setelah serangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, Sekretaris Jenderal Komisi Yudisial (KY) Arie Sudihar menutup secara resmi Jambore Klinik Etik dan Advokasi Tahun 2022, Kamis (10/11) di Sukabumi. Malam penutupan diisi dengan malam keakraban, pentas seni, pengumuman juara lomba dan non lomba, serta door prize. Fakultas Hukum Universitas Andalas kembali menjadi juara umum mengalahkan enam fakultas hukum lainnya.

 

Arie menyampaikan bahwa menjadi suatu kebanggaan bagi KY untuk dapat menyelenggarakan Jambore Klinik Etik setelah sempat vakum selama 7 tahun. Sejak penyelenggaraan jambore pertama pada 2015, tiap tahunnya KY selalu upayakan agar jambore ini dapat diadakan di akhir program. Namun, baru di tahun 2022 kegiatan ini dapat terselenggara. Sesuai dengan tema Jambore Klinik Etik kali ini, yaitu “Membangun Kader Bangsa yang Menjaga Kehormatan Hakim”, maka besar harapan alumni klinik etik dapat menjadi kader  yang menjaga kehormatan hakim. Meskipun klinik etik hanya merupakan program tahunan, lanjut Arie, KY berharap apa yang diajarkan pada program ini dapat terinternalisasi dengan baik dalam diri peserta jambore.

 

“Melihat antusiasme yang tinggi dari perguruan tinggi di dalam negeri, besar harapan kami dapat menambah mitra perguruan tinggi lagi di tahun depan. Hal ini agar semakin banyak lahir agen muda yang menghormati peradilan. Terlebih mahasiswa fakultas hukum nantinya akan menjadi bagian dari aparat penegak hukum,” buka Arie.

 

Tidak ada yang lebih membanggakan daripada mendapat kabar bahwa banyak alumni klinik etik KY lulus seleksi menjadi hakim. KY menaruh harapan bahwa alumni klinik etik dapat memberikan warna berbeda karena telah dibekali materi dan praktik pada saat menjalani program.

 

Dalam kesempatan ini, Arie menyatakan pula bahwa KY sangat terbuka terhadap saran dan masukan yang disampaikan. Masukan-masukan tersebut sangat berarti bagi perbaikan pelayanan dan peningkatan kualitas kinerja bidang advokasi.

 

“Sebelum saya akhiri pidato penutup kegiatan hari ini, perkenankan kami KY untuk menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada bapak/ibu mentor dan mahasiswa yg telah bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir pelatihan. Tak lupa kami sampaikan pula terima kasih dan apresiasi kepada mitra kerja kami di Direktorat Hukum dan Regulasi juga Direktorat Alokasi Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas yang telah mempercayakan KY untuk menjalankan Program Prioritas Nasional ini,” tutup Arie. (KY/Noer/Festy)


Berita Terkait