Susun Renstra, KY Minta Masukan Mitra Kerja
Komisi Yudisial (KY) meminta masukan kepada mitra kerja sebagai bahan evaluasi dan peningkatan kualitas kinerja dalam upaya mewujudkan peradilan bersih.

Jakarta (Komisi Yudisial) – Komisi Yudisial (KY) meminta masukan kepada mitra kerja sebagai bahan evaluasi dan peningkatan kualitas kinerja dalam upaya mewujudkan peradilan bersih. 
 
“KY mengharapkan masukan dari mitra kerja KY untuk kemajuan serta kedewasaan KY saat ini. Harapan KY ke depan adalah adanya strategi  yang tepat agar terwujudnya peradilan bersih, mengembangkan lembaga KY agar dapat menjadi center of ethics, serta meningkatkan pelayanan KY,” ujar Ketua KY Jaja Ahmad Jayus saat memberikan sambutan dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Strategis Komisi Yudisial Tahun 2020-2024 di Harris Hotel Jakarta, Selasa (23/4). 
 
Para mitra KY tersebut yaitu Universitas Indonesia, Universitas Mataram, Universitas Padjadjaran, Universitas Bina Nusantara, Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Pusham, Pusako, Pukat, ILR, YLBHI, ICW, ICJR, LeIP, LBH Jakarta, PBHI, dan Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah.
 
Di hadapan para mitra kerja KY, Jaja mengungkapkan akan melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas kinerja dalam melakukan pemantauan persidangan, advokasi hakim, sampai dengan pelaporan masyarakat. Kritik dan saran dari mitra kerja KY akan menjadi dorongan yang akan membuat KY menjadi lebih kuat.
 
“Ke depan KY akan selalu mencoba menjadi lebih baik dari hari ini. Masukan ini akan menjadi sebuah dorongan agar ke depannya KY menjadi sebuah lembaga yang kuat,” tegas Jaja.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY Sukma Violetta berharap agar KY dapat menciptakan langkah-langkah terbaik untuk melaksanakan wewenang dan tugasnya. Ia juga menekankan prinsip akuntabilitas peradilan. 
 
“Saat ini seharusnya Indonesia sudah fokus terhadap judicial accountability karena prinsip independensi tidak pernah berdiri sendiri. Di mana ada independensi, maka di situ pula terdapat akuntabilitas yang sama pentingnya untuk diperjuangkan. Kami harap dapat bertukar pikiran agar ke depan KY dapat menciptakan langkah-langkah terbaik,” pungkas Sukma. (KY/Gaudi/Festy)