Peringati HUT ke-18, KY Terus Lakukan Evaluasi dan Penguatan Internal
Komisi Yudisial (KY) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18, Minggu, 13 Agustus 2023 di Auditorium KY, Jakarta.

Jakarta (Komisi Yudisial) – Komisi Yudisial (KY) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18, Minggu, 13 Agustus 2023  di Auditorium KY, Jakarta. KY akan terus melakukan pembenahan dalam pelayanan publik. Selain itu, KY perlu memperkuat internal lembaga agar mendapatkan kepercayaan publik.

 

Ketua KY Amzulian Rifai mengakui bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap KY belum memuaskan. Hal ini ditandai dengan banyaknya laporan KY yang ditutup justru karena KY belum optimal melangkah lebih jauh guna membuktikan kebenaran laporan tersebut, termasuk kecurigaan adanya korupsi dan kolusi yang terkadang disembunyikan di balik sebuah putusan hakim.

 

"Oleh karena itu, saya tegaskan tidak mungkin KY itu menjadi lembaga pengawas eksternal yang kuat, apabila tidak kuat secara internal. Oleh karena itu, saya melakukan beberapa langkah penguatan internal, yang urgen adalah membangun pride atau kebanggaan sebagai insan KY," jelas Amzulian saat menyampaikan sambutan dalam perayaan bertema "Disiplin, Setia dan Berani dalam Menegakkan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim".

 

Amzulian juga menyoroti tantangan yang dihadapi KY. Bahwa ada dua tolak ukur publik terhadap kinerja KY, yaitu pengawasan hakim dan seleksi calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA). Harapan publik terhadap kinerja KY ini sangat besar untuk perbaikan peradilan di Indonesia. Lebih lanjut Amzulian mengungkap cara lain untuk meningkatkan penguatan eksternal adalah bekerja sama dengan lembaga lain, seperti MA, KPK, Polri dan kejaksaan yang lebih optimal.

 

Tantangan berikutnya, lanjut Amzulian, adalah Revisi Undang-Undang KY. Komunikasi dengan MA dan Komisi III DPR RI terus akan dioptimalkan. Selain itu, KY juga akan menjalin komunikasi yang lebih intens dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

 

"Diperlukan keseriusan dan kerja keras oleh kita semua yang tidak mungkin tercapai tanpa adanya kekompakan. Selanjutnya, tugas KY tidak mudah untuk menegakkan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim, sehingga diperlukan kedisiplinan, kesetiaan, dan keberanian yang tinggi," tegas Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Palembang.

 

Di akhir sambutan, Ketua KY meyakinkan seluruh pegawai untuk menjadikan KY lebih baik dan lebih besar, sehingga publik percaya dan puas dengan kinerja KY. Selain itu, dengan memiliki kekuatan internal yang baik, maka akan melahirkan penguatan eksternal yang baik pula untuk mendukung wewenang dan tugas KY.

 

"Publik berharap dan memantau kinerja KY, karenanya terima kasih kepada semua yang telah bekerja keras dan mencurahkan tenaga dan pikirannya," pungkas Amzulian. (KY/Festy)


Berita Terkait