Selasa, 30 Desember 2014 - 17:17:33 WIB
Pansel Calon Hakim MK Gelar Wawancara Tahap II
Diposting oleh : Admin
Kategori: Hukum - Dibaca: 3694 kali

Jakarta (Komisi Yudisial) - Panitia Seleksi (Pansel) Calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar wawancara Tahap II untuk mendalami integritas, independensi, dan kapabilitas lima calon hakim konstitusi yang lolos seleksi 
wawancara tahap pertama di Gedung III Kementerian Sekretaris Negara, Selasa (30/12). Pada wawancara kali ini setiap calon hakim konstitusi diberi waktu lima menit untuk mempresentasikan gagasan tentang bagaimana MK kedepanya.

Imam Anshori Saleh calon hakim MK yang mendapat giliran pertama menyampaikan gagasan tentang pentingnya pengawasan ekternal bagi MK. Menurut Imam sampai sekarang MK sudah cukup bagus tinggal penyempurnaan. Dalam konteks pengawasan, MK harus diawasi dari pihak ekternal. MK tanpa pengawasan ekternal sangat melemahkan MK itu sendiri, karena belum ada pengawasan untuk menjaga marwah hakim MK. 

"Harus ada pihak ekternal sebagai external auditor untuk memperkuat MK itu sendiri sehingga menjadikan MK lebih terhormat," ucap Imam.

Saat ditanya pendapatnya tentang hukuman mati, Imam berpendapat secara pribadi tidak setuju dengan kebijakan hukuman mati.
"Karena bila di kemudian hari putusan hukuman mati yang diambil adalah salah, maka merupakan sesuatu hal yang tidak mungkin untuk mengembalikan nyawa orang yang telah dieksekusi," jelas pria asal Jombang ini.

Sebagai informasi, hasil seleksi dan rekomendasi Pansel baru akan disampaikan pada Presiden Joko Widodo pada 5 Januari 2015. Selain Imam, calon hakim konstitusi lainnya yang akan diwawancara adalah I Dewa Gede Palguna (Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Udayana Bali), Yuliandri (Guru Besar Fakultas Universitas Andalas Padang), Aidul Fitriciada Azhari (Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta), Indra Perwira (Dosen Fakultas Hukum Universitas Padjajaran).

Selain Saldi Isra, anggota Pansel lainnya adalah Maruarar Siahaan, Refly Harun, Harjono, Todung Mulya Lubis, Widodo Ekatjahjana, Satya Arinanto. Pansel juga menghadirkan Nasaruddin Umar dan Frans Magnis Suseno. (KY/Jaya/Titik)





0 Komentar :