Selasa, 30 Desember 2014 - 09:51:43 WIB
KY Libatkan KPK dan PPATK dalam Pendaftaran CHA Periode 2015
Diposting oleh : Admin
Kategori: Hukum - Dibaca: 6575 kali

Jakarta (Komisi Yudisial) - Komisi Yudisial (KY) membuka pendaftaran seleksi calon hakim agung untuk mengisi kekosongan jabatan hakim agung di Mahkamah Agung (MA). Komposisi kekosongan jabatan hakim agung 2014 dan pengisian semester pertama tahun 2015 berjumlah delapan orang. Jumlah tersebut, terdiri dari satu orang untuk jabatan hakim agung di Kamar Agama dan satu orang untuk Kamar Militer yang akan pensiun pada tahun depan. Ditambah dengan kekurangan hasil seleksi tahun 2014 sejumlah enam orang dengan rincian dua orang Kamar Perdata, dua orang Kamar Pidana dan dua orang Kamar Tata Usaha Negara. 

"Rapat pleno KY pada 10 Desember 2014, mengumumkan pendaftaran penerimaan calon hakim agung dan total kebutuhan hakim agung sebanyak delapan orang," kata Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Taufiqurrohman Syahuri saat memberikan keterangan pers di Gedung Komisi Yudisial, Senin (29/12).

Menurut pria kelahiran Brebes tersebut pembukaan seleksi calon hakim agung periode pertama tahun 2015 berdasarkan surat Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial.Jangka waktu penerimaan pendaftaran hakim agung selama 15 hari kerja atau sampai 19 Januari 2015. Ia berharap kepada pemerintah, Mahkamah Agung maupun masyarakat untuk mengusulkan calon hakim agung yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi calon hakim agung periode I tahun 2015. 

"Pengusulan dibuat di atas kertas bermaterai, ditujukan kepada Komisi Yudisial Republik Indonesia. Kita menunggu sampai 19 Januari 2015 cap pos. Bagi calon yang dinyatakan lolos administrasi berhak mengikuti tahap seleksi berikutnya," imbuhnya. 

Dengan kesejahteraan hakim agung yang kian meningkat, diharapkan akan banyak orang yang berminat mengikuti seleksi hakim tertinggi di Mahkamah Agung tersebut. Terutama, dari kalangan akademisi seperti dosen dan guru besar di kampus-kampus seluruh Indonesia. Lebih lanjut Taufiq menjelaskan dalam melakukan seleksi KY melibatkan KPK, PPATK, guna mengetahui rekam jejak dari para calon hakim agung. 

Sekadar diketahui pada seleksi hakim agung sebelumnya, KY mengusulkan lima orang ke DPR. Dari lima orang calon yang diusulkan tersebut, empat orang dinyatakan disetujui dan satu calon hakim agung ditolak. Keempat hakim agung yang sudah dilantik tersebut adalah Amran Suadi, Purwosusilo, Sudrajat Dimyati, dan Is Sudaryono. Keempat orang tersebut mengantongi masing-masing 38 suara dari 50 anggota DPR Komisi III yang hadir. Sedangkan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Jayapura, Muslich Bambang Luqmono, tidak setujui oleh DPR karena hanya mengantongi 13 suara. (KY/Kus/Titik)





0 Komentar :