close

Selasa, 09 September 2014 - 14:40:09 WIB
KY Apresiasi Sarana Peradilan Anak di PN Cibinong
Diposting oleh : Admin
Kategori: Hukum - Dibaca: 3076 kali

Cibinong (Komisi Yudisial) - Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial (KY) Taufiqurrohman Syahuri mengapresiasi sarana sistem peradilan anak di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong. Sarana di PN Cibinong ini layak dijadikan contoh seluruh PN di Indonesia.  

Sejak dikeluarkannya Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak dan pasca diberlakukannya UU Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA), PN Cibinong menjadi salah satu pengadilan yang telah menerapkan sarana sistem peradilan anak yang baik. 

“Kesan pertama saya sejak pertama kali masuk itu bersih dan tertata rapih," kata Taufiq saat mengunjungi PN Cibinong di Jalan Tegar Beriman, No. 5, Cibinong, Senin (8/09) dan disambut langsung oleh Ketua PN Cibinong Hj. Diah Sulastri Dewi. 

Sesuai Surat Keputusan Bersama yang ditandatangani tiga petinggi aparat penegak hukum ditambah tiga menteri tertanggal 22 Desember 2012, ujar Diah, aparat penegak hukum diharapkan mengutamakan pendekatan restorative justice, yaitu suatu pencapaian keadilan yang memulihkan pelaku, korban, dan lingkungan masyarakat dalam menangani perkara anak yang berhadapan dengan hukum.

“Caranya dengan melakukan musyawarah sebelum tuntutan maupun putusan. Sebanyak tujuh perkara sudah dilakukan dengan cara mediasi panel, musyawarah untuk kualifikasi ringan seperti pencurian, penganiayaan ringan, penggelapan motor karena terdesak kebutuhan sekolah dan lain-lain,”jelasnya. 

Dalam kunjungan itu pula, Taufiq berkeliling melihat sarana dan prasarana di PN Cibinong. PN Cibinong juga sudah menata sarana dan prasarana infrastruktur sejak akhir 2012. Ruang tahanan anak seperti ruang tunggu tamu. Sedangkan ruang saksi dan korban terpisah dari ruang sidang, namun masih terhubung lewat teleconference sehingga hakim masih bisa bertanya langsung ke saksi atau korban.

“Dengan sarana seperti ini, anak tidak menjadi trauma dan di bawah tekanan. Anak tidak disidangkan seperti sidang untuk orang dewasa. Kami telah menyediakan ruang sidang dan tunggu ramah anak. Anak tidak masuk di dalam jeruji, melainkan kami sediakan tempat yang nyaman yang ada pustaka mininya,” jelas Diah. 

“Saya menilai PN Cibinong telah melaksanakan sarana peradilan anak dengan baik. Saya mengapresiasi kerja cerdas dari PN Cibinong di bawah pimpinan Ketua PN Ibu Diah S. Dewi dan panseknya agar dapat mempertahankan prestasinya. Apa yang dilakukannya PN Cibinong telah membantu KY dalam menyampaikan sosialisasi terkait advokasi,” harap Taufiq. 

Sekadar informasi, PN Cibinong telah Sembilan kali mendapat kunjungan serupa. Enam diantaranya dari pengadilan, Kejaksaan Agung, Kementerian Hukum dan HAM, serta KY. (KY/Emry/Festy)




0 Komentar :