Rabu, 03 September 2014 - 14:48:48 WIB
Kebutuhan Hakim Agung Mendesak, KY-DPR Gelar Rapat Konsultasi
Diposting oleh : Admin
Kategori: Hukum - Dibaca: 3300 kali

Jakarta (Komisi Yudisial) – Komisi Yudisial (KY) melakukan rapat konsultasi dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (1/9) di Ruang Rapat Komisi III DPR RI. Agenda rapat konsultasi tersebut terkait pembahasan proses seleksi calon hakim agung (CHA) yang dilakukan oleh KY, serta menjelaskan kelebihan-kelebihan dari lima CHA yang dinyatakan lulus di KY untuk selanjutnya dilakukan fit and proper test oleh DPR.

Hadir dalam rapat konsultasi tersebut adalah Wakil Ketua KY Abbas Said, Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Taufiqurrohman Syahuri, Ketua Bidang SDM, Advokasi, Hukum  dan Litbang KY Jaja Ahmad Jayus, Ketua Bidang Peningkatan Kapasitas Hakim KY Ibrahim, dan didampingi Sekjen KY Danang Wijayanto serta Kepala Biro Rekrutmen, Advokasi, dan Peningkatan Kapasitas Hakim Heru Purnomo.

“Rapat ini untuk mengkonfirmasi calon hakim agung. Jadi ini tinggal menggangguk atau menggeleng,” ujar Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso sesaat membuka rapat sembari menyatakan jika rapat tersebut tertutup untuk umum.

Hal senada disampaikan Wakil  Ketua Komisi III Al Muzzamil Yusuf. Menurutnya, Komisi III menggelar fit and proper tes CHA berdasarkan hasil rapat dari Badan Musyawarah (Bamus) DPR. “Karena Komisi III meminta penjelasan proses seleksi CHA, maka rapat konsultasi digelar tertutup,” tegasnya.

Ditemui usai rapat konsultasi, Wakil Ketua KY Abbas Said menyampaikan terima kasih kepada DPR yang bersedia menerima KY. Menurut Abbas, ketersediaan hakim agung di Mahkamah Agung saat ini sudah sangat darurat. Pasalnya, MA kekurangan sepuluh orang hakim agung. Bahkan untuk perkara Tata Usaha Negara terancam tidak bisa ditangani langsung oleh Hakim TUN. Oleh karena itu, ia berharap agar DPR bisa menerima kelima CHA yang dikirimkan oleh KY. 

"Karena seseorang yang sudah mengadili di tingkat kasasi, maka ia tidak berhak lagi untuk mengadili di tingkat PK. Mereka di sana sangat membutuhkan tambahan hakim. Walaupun dibutuhkan sepuluh, tapi KY hanya dapat lima," kata Abbas.
 
Menambahkan pernyataan Abbas, Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Taufiqurrohman Syahuri menjelaskan proses seleksi CHA di Komisi Yudisial. Menurut Taufiq, proses seleksi memakan waktu yang lama, yaitu selama lima bulan. Dalam melakukan seleksi tersebut, pihaknya juga melibatkan beberapa ahli di bidangnya, baik akademisi, praktisi, maupun dari unsur mantan hakim Agung. 

Sekadar diketahui, terdapat sebelas CHA yang mengikuti tes wawancara dan sebanyak lima orang CHA yang dinyatakan lulus oleh KY. Mereka adalah Wakil Ketua PTA Surabaya Amran Suadi, Direktur Jenderal Badilag MA Purwosusilo, Wakil PT Pontianak Sudrajat Dimyati, Hakim Tinggi PT Jayapura Muslich Bambang Luqmono, dan Ketua PT TUN Medan Is Sudaryono.(KY/Kus/Festy)




0 Komentar :